7 Permainan Motorik Kasar Anak PAUD yang Mudah

Apakah anda ingin melatih motorik kasar pada anak usia dini (0 sampai 6 tahun)? Yuk, baca sampai selesai ulasan di artikel ini mengenai jenis dan contoh permainan motorik kasar anak paud.

Pendidikan anak usia dini atau PAUD merupakan upaya mempersiapkan mental, fisik, maupun kognitif anak di bawah umur 6 tahun agar siap menjalani tingkat pendidikan selanjutnya. Salah satu bentuk penyiapan tersebut adalah dengan melatih motorik kasar anak.

Contoh Permainan Motorik Kasar Anak Paud

permainan motorik kasar anak paud

Selain motorik halus, menstimulasi dan melatih kasar pada anak juga sama pentingnya.

Kegiatan motorik kasar ini berhubungan langsung dengan otot tubuh, sehingga aktivitas bergerak sangat dominan disini.

Dengan memberikan permainan motorik kasar pada anak paud diharapkan perkembangan mental maupun koginitif anak bisa selaras dan sejalan dengan kemampuan fisik yang dimiliki. Apa saja contoh permainan yang cocok untuk melatih motorik kasar anak?

1. Bermain Bola

Bermain bola merupakan permainan anak yang tergolong sederhana. Cukup dibutuhkan bola kemudian anak diajak bermain bola. Baik gerakan menendang ataupun melempar bola.

Belajar menendang, menahan, melempar, dan menangkap bola akan melatih koordinasi dan pergerakan anak. Permainan ini bisa dilakukan di luar ruangan, di lapangan atau di taman.

2. Bermain Perosotan

Bermain perosotan selain dapat melatih pergerakan anak karena di dalamnya ada aktivitas menaiki perosotan kemudian meluncur, juga dapat melatih keberanian anak.

Sensasi meluncur dari perosotan akan membuat anak menjadi senang. Mereka juga bisa belajar tentang budaya antri, jika kebetulan bermain dengan teman-temannya.

3. Bermain Ayunan

Bermain ayunan selain juga disukai oleh kebanyakan orang dewasa, juga akan sangat bermanfaat bagi anak usia paud.

Manfaat bermain ayunan pada anak akan melatih sistem sensorisnya. Ini akan melatih anak untuk menjaga keseimbangan dan kewaspadaannya.

Ketika anak bermainan ayunan, hendaknya dipastikan ayunannya aman. Misalnya menggunakan ayunan besi dan menyesuaikan dengan beban berat badan yang ditolerir oleh ayunan tersebut.

4. Bermain Sepeda

Bermain sepeda juga merupakan aktivitas yang menyenangkan bagi anak-anak. Tentu, pada masa awal-awal anak bisa menggunakan sepeda roda tiga dan berangsur-angsur bisa menggunakan sepeda roda dua.

Bermain sepeda akan melatih koordinasi tubuh anak, melatih keseimbangan, dan menguatkan otot-otot kaki anak.

5. Bermain Lompat Tali

Lompat tali termasuk permainan murah dan sederhana yang bisa dilakukan oleh anak-anak. Cukup dibutuhkan tali, setelah itu anak sudah bisa bermain.

Gerakan melompat akan membantu anak dalam meningkatkan kekuatan fisik ataupun kekuatan otot kakinya.

Lihat juga: Meronce untuk Anak TK dari Sedotan

6. Bermain Engklek

Engklek termasuk salah satu contoh permainan tradisional dan dikenal hampir seluruh daerah di Indonesia. Permainan ini biasanya memiliki penamaan yang berbeda tiap daerah.

Bermain engklek selain menyenangkan bagi anak, juga terbilang mudah dilakukan. Hanya dibutuhkan bidang datar, misalnya lantai dan gaco (batu atau genting).

Permainan ini bisa melatih jiwa kompetisi anak, serta koordinasi dan ketangkasan tubuhnya. Sebab anak harus melompat dengan satu kaki.

7. Bermain Hula Hoop

Permainan ini tergolong sederhana, karena hanya membutuhkan gelang besar, biasanya terbuat dari plastik. Meski demikian, bermain hula hoop memiliki manfaat yang tidak sedikit bagi anak.

Menjaga agar gelang tidak jatuh pada saat digerakan dengan perut, bukanlah hal yang mudah. Selain dibutuhkan gerakan yang teratur, juga membutuhkan kelenturan bergerak.

Selain itu, bermain hula hoop juga bisa melatih konsentrasi anak dalam menjaga keseimbangan dan gerakan gelang hula hoop.

Anak-anak juga bisa dilatih jiwa kompetisinya dengan anak yang lain. Misalnya dibuat perlombaan siapa yang bisa paling lama menjaga agar gelang hola hoopnya tetap berputar.

Demikianlah tadi ulasan tentang 7 contoh permainan motorik kasar pada anak paud.

Memainkan permainan-permainan di atas akan berpengaruh pada motorik, kontrol dan koordinasi tubuh anak sehingga bisa meningkatkan kapasitas anak di kemudian hari.

Share on:

Leave a Comment

12 − ten =

× Beli via WA